Membuat sebuah pastry bagi sebagian orang dirasa terlalu sulit karena bahan yang digunakan untuk isi dan topping banyak. Selain itu, teknik pembuatannya juga berbeda dengan pembuatan roti pada umumnya. Untuk membuat makanan ini, adonan harus kalis dan tidak boleh encer. Namun, ada beberapa jenis yang menggunakan adonan encer seperti Danish. Ada baiknya anda membaca sebuah majalah masak atau artikel di media online untuk memperkuat pengetahuan mengenai teknik pembuatan yang tepat. Adonan yang tidak tepat akan berpengaruh terhadap hasil makanan ini.

Patiseri adalah sebuah teknik yang digunakan untuk pengolahan kue baik secara tradisional maupun modern. Berikut adalah teori pembuatannya:

• Adonan Keras
Jika dalam adonan kekurangan lemak dan terlalu banyak air, maka hasilnya akan keras. Selain itu takaran tepung yang terlalu banyak dan kurang mentega juga dapat menyebabkan adonan semakin keras.
• Adonan encer
Adonan yang dibuat encer akan menyebabkan makanan tersebut mudah hancur saat dibentuk. Hal ini bisa terjadi apabila kelebihan lemak dan air.
• Hasil mengempes
Makanan yang popular di negeri Belanda tersebut dapat menyusut apabila saat proses penggilingan banyak ditarik-tarik.
• Terlalu empuk
Adonan terlalu empuk karena saat pembuatan adonan takaran gula terlalu banyak.
• Buah pai
Agar adonan tidak basah dan lembab, tambahkan potongan buah pai atau buah-buahan lain sebagai bahan isian.

Untuk membuat pastry dengan hasil yang maksimal, usahakan adonan berbentuk kalis dan tidak terlalu encer.